Ayunan ombak serta ayun tinggi deras samudera
Bimbangkan arah pikiran yang tadinya pasti
Hempasan angin selatan untuk meniupnya ke barat
Limbungkan perasaan yang semula kokoh
Aliran gelombang menghantam dari kiri dan kanan
Seakan memberi titah untuk menyerah
Pada keadaan yang semakin suram ditelan awan gelap pertanda badai
Yang diperjelas dengan tanda gulungan kelabu diatas ubun-ubun
Menegaskan sabda paduka untuk segera merengkuh pulang
Kembali ke buritan dan menggulung layar yang semula terkembang
Kempiskan kebanggan yang semula membongkah
Namun demi jiwamu yang yang ingin menggelora bahari
Kokohkan tangan itu pada kemudi untuk arahkan halumu
Tegaskan jejakan itu pada geladak untuk menopang sandaranmu
Karena tiada kata kembali bagi jiwa petualang
Lebih bermartabat untuk karam dalam mengarung ke labuhan tujuan
Daripada selamat karena berbalik arah terbirit kembali pangkuan semula
Tiada kata beringsut bagi pejuang adalah bala untuk mundur
Hanya terus maju demi selangkah pun hanya sepetak
Karena tiada badai tak berujung
Pun gerusan ombak yang terus-menerus
Akan tiba masa dimana badai mereda
Awan kembali menyapa dengan halus putihnya
Sang mentari kembali tersenyum menyampaikan sampiran selendang cahayanya
Merata ke permukaan samudera
Pendarkan mutiara cahaya berkilat-kilat sepanjang naik turun gelombangnya
Menyambut sang pejuang yang tak mau putus akan asa
Terus melaju diatas gelombang ke akhir arah tujuannya.
Friday, March 13, 2009
Sang samudera
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
.jpg)
No comments:
Post a Comment